Ayo Masuk Teknik Geologi

21 Aug 2016 at 12:14 pm Leave a comment

bBingung mau kuliah dimana? terus ngambil jurusan apa? Kalau  kalian ngerasa bingung, itu nggak aneh kok, dulu saya juga pernah ngerasain hal yang serupa. Banyak sekali kampus dengan berbagai jurusan yang ditawarkan. Setiap kampus punya kelebihan dan kekurangan, demikian juga dengan jurusannya. Dengan kalian mengenali diri kalian seperti hobby kalian, kesukaan atau ketertarikan kalian dalam suatu bidang tertentu kalian akan terbantu dan tidak bingung lagi, jika kalian masih tetap ragu biasanya karena muncul pertanyaan “prospek nggak jurusannya?” nah disitulah kemudian kalian perlu melakukan riset. Kalian coba cari tahu mengenai jurusan yang akan kalian ambil. Kalian dapat browsing internet, membaca blog, atau akan lebih baik lagi jika kalian berdiskusi secara langsung dengan kakak kelas atau alumni dari jurusan yang akan kalian ambil.

Jika kalian sudah tidak bingung lagi, nah sekaranglah saatnya membuat keputusan. Bisa jadi ini adalah waktunya bagi kalian untuk membuat keputusan terbesar dalam hidup kalian. Bisa jadi dari sinilah masa depan kalian dimulai.

Pada postingan kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai kuliah di jurusan geologi. Pertama, saya akan berbagi pengalaman ketika saya juga bingung mau kuliah dimana?, ambil jurusan apa?. Saya sadar betul ketika tidak ada persiapan yang baik, maka hasilnya adalah kebingungan, Tidak lantas diam, saya ketika itu berinisiatif untuk bertanya kepada teman-teman saya, menanyakan jurusan yang mereka ambil beserta alasannya, ada yang terlihat sangat yakin dengan jurusan yang mereka ambil, ada juga yang  terpaksa dan seperti ikut-ikutan, bahkan ada yang terkesan mencoba-coba atau istilahnya trial and error. Setelah saya sibuk bertanya kesana-kemari, bukannya saya yakin tetapi malah saya semakin dibuat bingung dengan banyaknya masukan dan ajakan teman-teman saya untuk masuk jurusan A, B, C dan sebagainya.

Ketika itu, setelah melalui masa-masa membingungkan akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan Teknik “Geologi”.  Alasan saya kenapa memilih jurusan ini adalah karena sudah sejak lama saya menyukai ilmu geografi dan ingin lebih mendalaminya. Ilmu yang berkutat tentang bumi, mulai dari permukaan bumi hingga keisi-isinya, Saya ingin memahami dan membuktikan kalau bumi itu tidak diam, walau bergeraknya tidak secepat angin, dengan bergeraknya ternyata bumi berproses untuk menghasilkan sesuatu yang kalian butuhkan. Apa itu? “Sumber Daya Alam”, apa yang kalian gunakan berawal dari Sumber Daya Alam yang kemudian di proses menjadi sesuatu yang kalian gunakan sekarang, mulai dari peralatan makan kalian, koin logam, hingga gadget elektronik yang kalian pegang sehari-hari. Dari sinilah kemudian muncul keinginan saya untuk belajar geologi, Suatu saat saya akan mencari sumber-sumber daya alam yang bisa di gunakan untuk mendukung kehidupan manusia. Batu yang panas untuk menghasilkan listrik, minyak yang terperangkap untuk menjadi bahan bakar, cebakan mineral untuk ditambang dan dimanfaatkan menjadi alat kebutuhan, dan sebagai bagian untuk memahami asal muasal diri saya, yap asal muasal manusia dan evolusi bentang alam, hewan dan tanaman di planet kita. Dengan belajar geologi banyak sekali hal yang bisa kita lakukan bukan?. Itulah alasan yang mendasari saya masuk jurusan Geologi, Apakah kalian tertarik?.

Jika kalian nanti sudah yakin dengan jurusan geologi, biasanyan akan muncul lagi pertanyaan “Apakah kuliahnya sulit?” Yap, saya akan dengan mudah menjawab “mudah dan menyenangkan”. Embel-embel teknik pada jurusan Teknik Geologi bukan hal yang perlu kalian takutkan. Dari semua jurusan teknik, saya bisa jamin “Teknik Geologi lah yang paling mudah”. Bukan tanpa alasan karena memang demikianlah kenyataannya. Tunggu apalagi buruan masuk jurusan geologi!. Jika kalian masih bingung, saya masih punya uraian dan gambaran mengenai jurusan geologi, terkait dengan highlight masa-masa kuliah sampai dunia kerja.

Pertama: Sedikit Hitungan

Tidak seperti jurusan teknik lainnya seperti Teknik Sipil, arsitektur, elektro, informatika, pertambangan, perminyakan, dsb yang bisa membuat otak kalian jadi bilangan biner atau susunan matriks. Jurusan geologi mengenal angka dan rumus bukan untuk dihafalkan, tapi untuk menyadarkan kalian bahwa proses yang terjadi pada bumi mengikuti hukum fisika dan hukum kimia, Keduanya digunakan sebagai penyederhanaan dari suatu fenomena. Keduanya memang terikat kuat dengan aturan matematika. Hukum memang kaku, ketika kalian belajar geologi kalian akan dituntut untuk menjelaskan berbagai fenomena geologi dan di alam nyata tidak semuanya mengikuti hukum ini, ada suatu kondisi khusus yang tidak bisa dijelaskan dengan angka dan rumus yang sudah ada. Dengan kalian belajar Geologi kalian bisa menjelaskan fenomena seperti gunung, batuan, air terjun, palung, benua dsb. Tidak dengan angka dan rumus, tetapi dengan “analogi”. Analogi dalam artian berasumsi, membuat perumpamaan sehingga orang lain bisa membayangkan dan pemahamannya sesuai dengan sugesti yang kita berikan. Ibarat lagi mendongeng, saya harap yang didongengi dapat terhibur dan paham. Untuk urusan angka dan rumus kalian tidak cukup bergelar Sarjana tapi kalian butuh “Profesor”.

Kedua: Tidak perlu menghafal

Hampir semua istilah dalam geologi berasal dari Bahasa asing yang memiliki akar kata, biasanya diambil dari Bahasa inggris, Bahasa latin atau yunani. Dengan kita tahu akar katanya maka kalian sudah bisa membayangkannya, dengan sedikit usaha maka kalian akan memahami istilah-istilah dalam geologi. Kadang-kadang ada istilah geologi yang latar belakang namanya di ambil dari nama penemunya atau dari suatu kejadian yang lucu atau unik. Kuncinya adalah memahami, semakin kita memahami maka ingatan akan semakin kuat dan tidak mudah lupa. Manfaatkan otak kanan kalian. Sebagai contoh istilah geologi untuk gunung api adalah vulkanik (Volcanoes) berasal dari Bahasa yunani, kata ini di ambil dari Kepercayaan akan Dewa penjaga gunung berapi oleh bangsa yunnani yang dikenal dengan nama “Vulcan”. Istilah Geologi saja di ambil dari kata geo “bumi” dan logos “ilmu”. Semudah ini bukan? Beginilah cara memahami istilah geologi, jauh dari istilah hafalan. Contoh lainnya dari Bahasa Indonesia sendiri ada istilah Lahar, Lahar merupakan Bahasa yang diakui para ilmuwan diseluruh dunia untuk material lumpur bercampur batu hasil dari letusan gunung api.

Ketiga: Rasakan

Belajar Geologi adalah mengaktifkan semua indera kita untuk mengidentifikasi setiap fenomena, setiap benda, dan proses dengan menyentuh, mencium, meraba, berimajinasi, menggambarkannya, dan memvisualisasikannya. Yap dengan kita semakin intensif berhubungan dengan objek yang kita pelajari maka kita akan menemukan hal yang membuat kagum, fenomena yang menguras rasa ingin tahu dan sekali lagi, “rasakanlah” maka kalian akan semakin mudah berpassion dengan geologi.

Keempat: Jalan-jalan

Berbeda dengan jurusan teknik lainnya dengan laboratorium yang terkotak dalam suatu ruangan, Geologi memiliki laboratorium seluas Bumi. Kalian bisa mendatangi semua tempat di bumi dan mencoba menjelaskan setiap fenomenanya. Jika teman kalian hanya berlibur dan hanya berfoto-foto, maka kalian yang belajar geologi akan melihat setiap pandangan mata dengan cerita yang panjang, Jika kalian penasaran cobalah belajar geologi maka kalian akan paham dengan apa yang saya maksud. Mengenai jalan-jalan hampir setiap minggu saya jalan keluar, menyusuri sungai, mendaki bukit, berkenalan dengan orang baru, mencoba tempat-tempat yang baru, menghirup udara sebebas-bebasnya tanpa polusi, membuka mata selebar-lebarnya dan berimajinasi hingga di luar batas layakanya thinker out of the box” Semuanya saya lakukan ketika saya di lapangan. Dari semua jurusan yang ada ketika skripsi atau disertasi maka anda akan menemukan fenomena kalau jurusan yang paling jauh penelitiannya adalah anak-anak geologi.

Kelima: Dapet proyekan

Siapa yang tidak mau kuliah juga dapat penghasilan?. Ketika saya kuliah saya mengikuti beberapa proyek pekerjaan yang bayarannya per hari atau per jam atau mirisnya ya per sampel. Bahkan biaya kuliah saya sebagian tertutupi dari hasil proyekan. Ada suatu kasus kakak kelas yang proyekan dan entah lupa atau terpaksa tidak kunjung menyelesaikan kuliahnya. Ketika mendapat surat panggilan akan di “DO” baru pulang. Ada kasus lain juga kakak kelas yang pulang hanya karena perusahaan yang mempekerjakannya menanyakan ijasah.

Keenam: Kostum dan Field Gear yang Keren

Hampir semua jurusan geologi di setiap universitas punya Identitas berupa seragam lapangan. Untuk mendapatkan seragam ini dibutuhkan ospek jurusan yang berlangsung selama satu semester atau bahkan satu tahun yang saya bilang “susah di jalani dan indah buat dikenang”. Hampir setiap ke lapangan seragam ini menjadi seragam wajib selain kemeja kotak-kotak, topi rimba, Day pack “Eiger, Consina, Deuter, dsb”, celana kargo, dan sepatu tracking atau “AP Boots”. Hampir dalam satu kampus anak geologi bisa di bilang sebagai jurusan yang paling nunjukin eksistansinya, selain itu kekompakan jadi jargon, apalagi pas arak-arakan wisudaan bisa-bisa satu gedung bisa jadi lautan anak geologi yang pakai seragam. Ini baru kostum, ngomongin tentang alat yang dipakai pas ke lapangan harganya juga mahal, saya pernah mecahin kompas sama ngilangin palu, Uang proyek selama rodi di laboratorium siang malam ludes.

Ketujuh: Dosen yang Nggak Kalah Keren

Beda dengan dosen-dosen dari jurusan lain yang kesannya jadi penunggu ruangan dengan bawahan celana bahan dan atasan kemeja putih. Dandanan dosen-dosen geologi biasanya nggak jauh beda ama mahasiswanya, celana jeans/kargo, kemeja ala kadarnya, ama sepatu track. Cuman cukurannya aja yang ngikutin gaya dosen kebanyakan. Yang paling keren pas pakai rompi di lapangan, sampe muncul kesan rompi cuman buat dosen, mahasiswa dilarang pake. Ibarat dandanan adalah cerminan kepribadian, ternyata hal ini berlaku bagi dosen-dosen geologi yang kebanyakan adalah eks pegawai lapangan. Mulai dari cara ngomong, bahasa yang dipakai, gaya diskusi, sampe ganti celana di ruang ganti, bareng mahasiswanya. Jangan tanya lagi kalau di lapangan semua orang kembali ke wujud aslinya, tidak terkesan formal ketika di dalam lingkup kampus.

Kedelapan: Kuliah Lapangan

Kuliah Lapangan (KL) biasanya diadakan pada semester empat atau semester lima. Lima semester berteori di kampus dan sedikit beraplikasi di lapangan dan  siang-malam diskusi di laboratorium semuanya bakal di gembleng siang-malam di Kampus Lapangan. Buat mahasiswa geologi di Pulau Jawa ada Karangsambung di Kebumen dan Bayat di Klaten. Dua kampus ini bakal jadi kawah candhradimuka nya calon-calon geologist dari ITB, UGM, UPN, UI, Undip, Unsoed, STTNAS, AGP, dsb. Lamanya Kuliah Lapangan biasanya antara dua minggu sampai satu bulan, sehingga butuh persiapan matang mulai dari mengulang teori geologi dasar sampai aplikasi pemetaan geologi di lapangan, tidak lupa juga mental dan fisik perlu dipersiapkan, karena dosen-dosen yang biasanya baik bisa berubah jadi asli killer. Kalian akan menemukan fenomena kalau pas fieldtrip rutin dosen dikerubungin mahasiswa yang suka nanya-nanya, dan pas KL tidak ada satupun mahasiswa yang iklas ketemu dosen yang lagi inspeksi di lapangan. (Kelompok saya bawa teropong buat antisipasi dosen yang inspeksi, siap kabur atau rubah rute mapping). Keseruan pas Kuliah Lapangan bisa kalian baca di postingan saya “Keseruan KL Geologi di Karangsambung”

Kesembilan: Mahasiswi Geologi

Kalian yang ingin masuk jurusan geologi jangan ngarep yang terlalu tinggi takutnya kecewa nanti. Yap mungkin karena geologi itu identic dengan pekerjaan lapangan, pekerjaan cowok, daerah remote, dll menjadi alasan buat anak cewe enggan masuk geologi. Nah disinilah saringan pertama kalian bakalan lebih banyak nemuin cowo dibandingkan cewe di geologi. Itu baru cowo-cewe belum lagi kalau kalian masang grade yang tinggi pada cewe-cewe geologi (maaff ya ukhti nggak maksud buat…). Ini semua tentang populasi dan sampel yang kalian ambil tentang cewek-cewek geologi, niatkan dari awal buat jadikan mereka sebagai partner dibandingkan kalian pasang target lebih buat dapat pasangan dari cewe geologi. Jumlah mereka yang sedikit biasanya kompetisinya lebih berat dan pada rebutan buat dapetin perhatian do’I apalagi kalau si do’I tampangnya diatas rata-rata. Sebaliknya, kalau buat Cewek Geologi sendiri sebenernya disinilah tempat kalian buat nyari pasangan dari cowok-cowok yang kece (Ngarep,,) terlepas dari jurusan kalian apa, kalau saya si kasih masukan geologi yang kerjannya di lapangan apa kalian siap buat “LDR?”

Kesepuluh: Kekompakan

Kebersamaan menjadi jargon yang utama ketika ospek atau Sesi bimbingan mahasiswa baru. Kekompakan menjadi warisan turun temurun pada setiap angkatan atau lintas angkatan dalam suatu kampus geologi. Ketika kuliah kami sering dihadapkan pada persoalan-persoalan yang menyebabkan kami berdiskusi baik dengan kakak angkatan maupun teman satu jurusan. Dari kantin kampus sampai perpustakaan serasa milik warga geologi, bukan karena apa-apa, tapi memang kamilah yang sering berkumpul diantara teman-teman dari jurusan lainnya. Bagi kalian yang akan masuk geologi proses kesetiakawanan menjadi penting dan kalian akan mendapatkan manfaatnya bahkan ketika lulus dan bingung mau ngapain, biasanya kakak kelas sering ngasih info buat kerjaan atau sekedar proyek. Pada dasarnya anak-anak geologi sudah di program dalam suatu kerja tim, kominuikasi dan keterbukaan menjadi alasan buat anak-anak geologi makin akrab, dan ini semua juga di bawa ketika berkenalan dengan anak geologi dari kampus lain.

Kesebelas: Prospek Jurusan Geologi

Kemudian mengenai prospek jurusan geologi, saya akan katakan dengan sejujurnya kalau prospek jurusan geologi itu sangat dinamis. Prospek jurusan geologi mengalami pasang surut. Sedangkan peminat jurusan geologi kian hari makin banyak. Siklus dimana lulusan geologi suatu saat banyak dibutuhkan, bahkan belum luluspun sudah ditawari kerja. Ada juga siklus dimana dalam satu angkatan jurusan geologi mungkin hanya terserap kurang dari 50 % yang bidang pekerjaannya sesuai. Kondisi ini disebabkan karena jurusan geologi sebagian besar bekerja di bidang industri yang lingkupnya adalah kebutuhan global, sehingga polanya akan mengikuti perekonomian global, contoh saja, hingga tulisan ini dibuat harga emas sedang jatuh, harga minyak juga demikian, ditambah lagi harga batubara juga sedang turun. Di sisi lain ada kebijakan pemerintah terkait dengan ijin ekspor/penjualan bahan tambang ke luar negeri. Aturan ini untuk membatasi ekspor bahan mentah hingga ada komitmen dari perusahaan-perusahaan tambang untuk mengolah terlebih dahulu setiap bahan tambang yang akan diekspor. Sebenarnya saya sangat setuju jika melihat manfaat jangka panjang dari aturan ini. Tapi setiap kebijakan pasti ada untung ruginya. Kerugian bagi para alumni jurusan yang terkait dengan industri hulu tambang termasuk lulusan geologi dan keuntungan besar bagi teman-teman alumni dari jurusan yang terkait dengan industri hilirnya. Jika kalian ingin memahami lebih baik terkait isu ini kalian bisa melakukan riset mendetail terkait dengan trend harga komoditas tambang, harga minyak, dan ketersediaan energi baru terbarukan, kebijakan pemerintah yang sudah dan akan di ambil, dsb. Jika saya sarankan masuki saja Jurusan Geologi, nikmati dan cintai, jadikan jurusan ini passion kalian dan ketika lulus nanti kalian harus mampu berkompetisi. Bagaimana caranya berkompetisi? Kalian bisa baca postingan saya “Cara menjadi lulusan geologi yang powerfull?”

Keduabelas: Karir

Profesi Geologist dengan standar internasional biasanya memiliki nilai tawar yang tinggi, penghasilan untuk fresh graduated biasanya diatas rata-rata jurusan non-geologi. Jenjang karir geologist berkaitan erat dengan pengalaman dan berbanding lurus dengan bayaran yang mereka terima Jenjang karir di mulai dari

Junior/Asistant Geologist >>Senior Geologist >>Project Manager>> Chieff Geologist

Untuk seorang yang berpengalaman biasanya dibutuhkan 10-15 tahun untuk bidang minyak dan gas, >7 tahun untuk bidang mineral dan panas bumi, serta >5 tahun untuk batubara. Aturan ini memang tidak tertulis tapi untuk pekerjaan expert geologist selalu mencantumkan minimal tahun pengalaman. Sebenarnya untuk membahas tentang ini perlu tulisan tersendiri agar kalian semakin yakin dengan jurusan geologi dan yang terpenting adalah agar kalian mengenal profesi “Geologist” Hanya sebagai resume saja, bahwa setalah lulus saya memang kesulitan mendapat pekerjaan. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya ketika saya lulus saya mendapati prospek geologi yang sedang surut-surutnya, alhasil jarang sekali ada lowongan geologi, selaginya ada hanya untuk yang berpengalaman, atau ketika ada saya mendapati pendaftar yang sangat banyak hingga tes ujian masuk di bagi dalam beberapa sesi yang berlangsung selama beberapa hari. Dengan demikian kompetisi benar-benar nyata antara kami yang satu almamater dan kami yang berbeda kampus, bahkan ada pelamar dari kalangan yang sudah berpengalaman dengan menurunkan grade mereka untuk mengikuti tes bersama dengan anak-anak fresh graduated, sangat miris bukan?

Nah demikianlah gambaran mengenai jurusan geologi. Jujur saya sangat ber-passion dengan jurusan ini, saya sangat menikmati ketika menjadi seorang mahasiswa geologi hingga sekarang saya bekerja di bidang geologi. Yang saya dulu bingung dan kemudian menjadi pasti dengan bukti hari ini. Catatan buat adik-adik yang mau masuk geologi saya sangat sarankan Teknik Geologi, tetapi jika kalian adalah seorang cewek saya tidak sarankan, kecuali kalian mengejar karir di bidang perminyakan atau yang pekerjaannya tidak pada area remote. Kembali lagi, pada semua jurusan yang kalian pilih tekunilah, dan kejar yang terbaik dan untuk menjadi lulusan yang powerfull kalian harus mengutamakan kemampuan dan pengalaman untuk bekal menghadapi kompetisi di dunia kerja yang sesungguhnya.

 

 

 

 

 

Advertisements

Entry filed under: GeoStudent, Isu. Tags: , , , .

Riwayat Diri, Cita-cita dan Geologi My first Job As Young Geologist

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

August 2016
M T W T F S S
« Dec   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: