Aerial tour of Waimea and the Na Pali coast with Jack Harter helicopters.
Aerial tour of Waimea and the Na Pali coast with Jack Harter helicopters (http://www.islands.com/best-hawaii-trip-kauais-15-must-sees)

Ketika anda membaca tulisan ini disitulah proses berlangsung, bagaimana anda bisa membaca adalah sebuah proses, begitupun ketika saya menulis disitulah proses. Proses adalah esensi dalam meraih sesuatu, dalam belajar, atau dalam menciptakan karya. Semuanya tidak terlepas dari proses yang kaitannya dalam kerangka ruang dan waktu.

Bagi Geologist, mereka punya arti tersendiri dalam melihat proses. Sejauh mata mereka memandang  mereka selalu memikirkan sebuah proses untuk menghasilkan sesuatu yang mereka lihat. Geologist ibarat seorang detektif. Seperti halnya detektif pada kasus-kasus kriminal mereka membutuhkan petunjuk. Dengan mengamati apa yang mereka lihat mereka berdeduksi dengan serangkain proses yang mungkin terjadi. Dengan cara inilah mereka mampu memprediksikan apa yang terjadi di masa lalu, sekarang, atau masa yang akan datang. Mereka mempelajari setiap proses yang sekarang ini berlangsung dari air yang mengalir menuruni lembah ke muara, angin yang menerpa pasir gurun, letusan gunung api, pengendapan sedimen, tebing yang longsor, pasang surut air laut, es kutub yang mencair, dsb. Mereka mengamati bentang alam sungai, pantai, gurun, kutub, daerah hutan, padang savana dan pegunungan sambil membayangkan setiap perubahan bentang alam yang terjadi dan proses yang berlangsung di dalamnya.

Mereka mengamati terumbu ketika air surut, ketika mati terumbu itu menjadi putih. suatu saat mereka berjalan ke gunung dan menemukan batu yang sama putihnya ketika diamati terdapat banyak fosil yang bentuknya seperti terumbu. Dari situ mereka menyimpulkan kalau dahulu gunung itu adalah laut yang dipenuhi terumbu.

Mereka juga mengamati bagaimana sebuah gurun terdapat batuan dengan struktur yang umum dijumpai di daerah kutub dengan es nya yang tebal. Di sisi lain mereka menemukan ada fosil ikan dan terumbu masuk jauh ke dalam daratan. Atas dasar inilah mereka menyimpulkan suatu siklus yang berulang ketika air laut naik menggenangi daratan atau ketika air surut sehingga pulau-pulau menjadi satu daratan.

Mereka megamati pasir di pantai ketika orang lain sibuk berjemur dan bermain selancar, ombak yang datang berulang-ulang membuat bentuk permukaan pasir bergelombang, mereka mengukur struktur yang terbentuk terhadapa arah datangnya gelombang dan menemukan hubungan yang teratur. Hal serupa mereka temukan pada batu pasir sehingga mereka dapat menentukan dari mana arah datangnya gelombang saat itu.

Mereka juga mengamati gunung-gunung bagaimana lava cair yang keluar dari perut bumi kemudian mengeras menjadi batuan beku dengan butiran yang begitu halus. Ketika mereka menemukan sebuah pulau dan menemukan batuan yang sama mereka membayangkan dahulu ada gunung api disini.

Mereka juga mengamati bagaimana bahan-bahan organik ketika dipanaskan mengeluarkan semacam minyak yang dapat terbakar. Kemudian mereka berjalan ke muara sungai dan menemukan banyak pohon-pohon mati dan tertimbun lumpur. seiring waktu pohon itu akan semakin dalam tertimbun. Saat bermain ke pantai dengan mengubur setengah badannya di dalam pasir, mereka merasa kepanasan. Mereka semakin yakin ketika pohon-pohon itu semakin dalam dan mulai terpanaskan maka akan mengeluarkan minyak.

Mereka juga terbang ke angkasa mengambil sampel batu meteor dari sana, dengan analisa laboratorium mereka dapat mengetahui kandungan meteor itu. Suatu ketika mereka mengamati air hujan yang turun dan mengenai tumpukan pasir dan meninggalkan bekas berupa cekungan seperti kawah kecil. Ketika mereka mengamati permukaan bumi mereka menemukan kawah dan mengambil sampel batuan itu mereka menemukan ada zat yang umum ditemukan pada meteor di luar angkasa. Dari pengamatan ini mereka menyimpulkan kalau dulu ada meteor besar menghantam bumi dan membentuk kawah.

Apa yang mereka pelajari adalah proses dan produk yang dihasilkan, mereka tidak melihat proses yang dulu telah terjadi selama kurun waktu ribuan hingga jutaan tahun yang lalu, tetapi mereka melihat proses yang terjadi sekarang ini. Dengan melihat apa yang mereka lihat saat ini mereka akan mampu menjelaskan secara logis apa yang terjadi dahulu dan kemudian. Itulah kunci yang dianut seorang geologist ketika pemikiran tentang geologi lahir. James Hutton yang dikenal sebagai Bapak Geologi Dunia mengistilahkannya dengan “The present is the key to the past” dan jika boleh saya tambahkan dengan “and to predict the future”

Advertisements