statisBeberapa waktu yang lalu saya terlibat dalam sebuah tim untuk melakukan studi mengenai potensi mineral industri di Indonesia. Selama pekerjaan ini saya aktif mengumpulkan data dan informasi yang relevan serta dapat dipertanggungjawabkan. Data-data tersebut kemudian diolah untuk mendapatkan gambaran mengenai potensi endapan mineral industri di Indonesia yang meliputi potensi sumberdaya dan cadangan, trend produksi dan permintaan serta berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan.

Bukan tanpa kendala, pekerjaan ini memakan waktu hampir sebulan, meleset jauh dari target waktu yang direncanakan sebelumnya. Tim kami biasa mengkaji mengenai market & demands berbagai komoditas. Tetapi untuk urusan mineral non logam benar-benar sebuah hal yang sulit. Ketersedian data menjadi kendala utama. Di sisi lain kapasitas data tidak begitu lengkap dan butuh usaha yang keras untuk mendapatkan data yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak seperti komoditas mineral logam yang sudah menjadi komoditas unggulan dengan ­record cukup baik, sebaliknya komoditas mineral industri memiliki ketersediaan data yang minim.

Menyadari hal itu tim kami menemui para pelaku industri mineral non logam dari berbagai komoditas untuk uji materiil dari data yang kami dapatkan sebelumnya, disamping mengumpulkan data dan informasi yang relevan dari sisi para pengusaha. Tim kami juga mengumpulkan informasi lainnya dari data pemerintah seperti BPS, Distamben, BKPM, dsb. Beberapa kali kami juga melakukan sesi tanya jawab dalam suatu forum dan seminar yang dihadiri kalangan akademisi, pelaku usaha, dan perwakilan pemerintah tentang potensi pengembangan mineral industri di Indonesia.

Pada intinya semuanya setuju bahwa ketersediaan data tentang potensi mineral non logam di Indonesia harus diperbaiki. Ketersediaan data menjadi sangat penting sebagai bahan analisis bagi berbagai kalangan. Untuk para pengusaha sendiri data ini penting untuk membuat keputusan investasi dan ekspansi bisnis perusahaan di sektor industri mineral industri. Inilah yang diharapkan untuk terwujudnya pengolahan mineral industri untuk ikut berkontribusi dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja didaerah.

Dari sisi teknis data dan informasi sumberdaya dan cadangan mineral masih perlu ditingkatkan setidaknya menjadi status cadangan ( reserves )  bukan lagi sumber daya ( resources ). Tentu dengan melihat hal ini investor akan sangat terbantu dan tinggal mencari peluang demand-nya. Sehingga dengan kolaborasi pemerintah dan swasta dengan diikuti penyediaan data maka akan menaikkan minat investasi sektor mineral non logam yang saat ini masih belum optimal.

Di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, adalah sebuah momentum untuk penyediaan data dalam upaya menumbuhkan minat investasi pengembangan mineral non logam. Saya kira ini sejalan dengan program pemerintah saat ini yang concern mengenai supply material mineral industri yang masih banyak bergantung pada import.

Untuk pengembangan industri industri tidak hanya sebatas melakukan penambangan dan menjualnya dalam bentuk bahan mentah (raw material) tetapi diharapkan berupa produk dengan nilai tambah (added value), sebenarnya disinilah celah atau peluang pasar mineral industri di Indonesia. Produk mineral industri berupa  raw material umumnya digunakan di sektor-sektor konstruksi, properti dan bahan bangunan untuk produk aggregate, batugamping, lempung, pasir kuarsa, feldspar, dsb. Pasar untuk produk ini terus meningkat tetapi sudah sangat massive. Saatnya investor beralih pada industri pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah jadi dengan nilai tambah. Produk ini menyasar industri manufaktur, industri kimia, dan industri-industri lainnya yang saat ini bahan bakunya masih mengandalkan import dan harganya jauh lebih bagus dibandingkan menjualnya dalam bentuk bahan mentah. Dengan melimpahnya endapan mineral non logam di Indonesia tentu dengan mengembangkan industri pengolahan akan lebih kompetitif dibandingkan produk import, karena pada dasarnya industri mineral industri sangat sensitif terhadap biaya logistik.

Begitu pentingnya data sebagai bahan masukan dan penentuan kebijakan bagi para investor. Dengan tersedianya data diharapkan para investor akan semakin giat dalam ikut mengembangkan produk mineral industri dengan nilai tambah. Keterdapatan endapan yang umumnya berada di daerah-daerah maka manfaat ekonomi juga akan terdistribusi ke daerah-daerah. Disamping juga dengan terpenuhinya supply produk olahan mineral industri, maka industri manufaktur akan lebih efisien dalam mendapatkan bahan baku.

Advertisements